in

5 Berita Terpopuler: Dirut PLN Minta Maaf, Puluhan Aplikasi Berbahaya, Saran Ruhut

REPUBLIKA.NET – Selamat pagi pembaca setia JPNN, semoga semuanya dalam keadaan sehat selalu. Sudah mulai transisi new normal, jangan lupa pakai masker ya. Inilah lima berita terpopuler di JPNN.com hingga pagi ini:   

1. Pelapor Bintang Emon Minta Maaf

Charlie Wijaya yang melaporkan komika Bintang Emon ke Kementerian Kominfo (Komunikasi dan Informatika), akhirnya meminta maaf.

Pemilik akun Instagram @charliewijaya11 itu menyampaikan permohonan maaf lewat sebuah unggahan.

2. Ada 36 Aplikasi Android Berbahaya bagi Smartphone

Google telah menghapus 36 aplikasi dari Play Store yang sering membombardir pengguna dengan iklan yang tidak diinginkan.

Bahkan aplikasi tersebut terbilang cukup populer karena sudah diunduh hingga 1 juta kali.

Kehadiran aplikasi tersebut pertama kali ditemukan oleh peneliti di WhiteOps. Peneliti itu menyebut, selain disusupi iklan aplikasi Android ini juga sering mengalihkan browser yang cenderung menggangu.

3. Saran Ruhut Sitompul Soal Wacana Debat Terbuka LBP vs Rizal Ramli

Mantan Anggota Komisi III DPR RI Ruhut Sitompul meminta jangan ada lagi pihak yang mengompori soal debat terbuka antara Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dengan ekonom senior Rizal Ramli.

Permintaan ini disampaikan Ruhut melalui cuitannya di Twitter pada Rabu (17/6).

4. Dirut PLN Meminta Maaf

Direktur Utama PT PLN Persero Zulkifli Zaini menyampaikan permohonan maaf bila pelayanan perusahaan setrum milik negara itu tidak sesuai ekspektasi di masa pandemi Covid-19. 

Hal ini disampaikan Zulkifli setelah dicecar anggota Komisi VII DPR RI terkait lonjakan tagihan listrik pelanggan saat pandemi Corona, dalam rapat dengar pendapat (RDP) yang dipimpin Wakil Ketua Komisi VII Eddy Soeparno, Rabu (17/6).

5.  Ada 20 Tentara India Dibantai Tiongkok

Tiongkok tengah menjadi musuh bersama rakyat India. Pasalnya, tentara Negeri Tirai Bambu itu telah membunuh 20 personel militer India di wilayah perbatasan.

Kini, rakyat India tidak sabar menunggu tanggapan Perdana Menteri Narendra Modi terhadap insiden tersebut.

Modi telah bertemu dengan menteri pertahanan dan menteri luar negerinya serta para kepala militer pada Selasa malam (16/6). Namun, dia belum berbicara di depan umum mengenai bentrokan terburuk sejak konflik 1967 tersebut.

Sumber: jpnn.com

SIMAK JUGA

PLN Persero Zulkifli Zaini menyampaikan permohonan maaf bila pelayanan Begini

Diingatkan Supaya Berhati-hati, Bintang Emon ‘Tancap Gas’