in

FAKTA BARU Bayi Kritis Ditemukan di Tempat Sampah, Pengakuan Sang Ibu hingga Serahkan Diri ke Polisi

 Fakta baru kasus temuan bayi di tempat sampah di Jalan Parit Pangeran, Kelurahan Siantan Hulu, Kecamatan Pontianak Utara pada Selasa (23/6/2020) lalu akhirnya terungkap,

Minggu (28/6/2020), seorang wanita berinisial DL (21) yang diduga sebagai tersangka pembuangan dan juga sekaligus ibu dari bayi tersebut menyerahkan diri pihak kepolisian. 

Diketahui, tersangka berinisial DL (21) warga Sanggau merupakan seorang asisten rumah tangga yang tinggal di Kecamatan Pontianak Utara, Pontianak.

Kapolresta Pontianak Kombespol Komarudin melalui Kasat Reskrim Polresta Pontianak AKP Rully Robinson Polii membenarkan bahwa tersangka saat ini telah diamankan pihaknya.

“DL ini diantar oleh pihak keluarga menyerahkan diri ke polsek Pontianak Utara pada Minggu (28/6/2020) sekira pukul 11.00 WIB. Dan sudah dibawa ke Mapolresta Pontianak Kota untuk proses lebih lanjut,” ujar Kasat.

Dari hasil pemeriksaan, Kasat lantas mengungkapkan kronologi dari sang ibu bayi melahirkan hingga bayi dibuang ke tempat sampah.

“Jadi pada Senin (22/6/2020) malam, DL merasa sakit perut. Kemudian, Selasa (23/6 2020) sekira pukul 08.00 WIB DL merasa ada air yang keluar dari kemaluannya,” jelasnya.

Tak lama setelah itu, tersangka kemudian melahirkan bayi laki-lakinya tanpa bantuan siapapun di kamar rumahnya.

Setelah melahirkan, DL sempat beristirahat berbaring selama 2 jam.

“Sekira pukul 11.00 WIB tersangka berusaha duduk selama 30 menit kemudian setelah itu tersangka mengambil bayinya dan menggunting ari–ari bayinya,” jelas Kasat.

Sekira pukul 13.00 WIB DL keluar kamar untuk mandi setelah itu kembali ke kamar lagi dan berbaring.

Sekira pukul 22.00 wib DL terbangun dan berniat untuk membuang bayinya.

DL pun lantas mengambil kardus yang berada di sebelah kamarnya, kemudian memasukkan kain sebagai alas untuk si bayi, dan memasukkan bayi tersebut yang sudah dibalut dengan sarung bantal.

“Kardus tersebut diikat, kemudian tersangka memasukkan ari-ari bayi ke dalam plastik,” kata Kasat.

Sekira pukul 22.30 wib pelaku keluar rumah dan menemukan bak sampah yang berada di Jalan Parit Pangeran, Kecamatan Pontianak Utara.

“Dan memasukkan bayi pelaku ke dalam bak sampah, dan DL membuang ari-ari bayi di tong sampah yang berada didepan rumah kediaman bos DL,” paparnya.

Atas perbuatannya, ia akan diganjar dengan pasal 308 KUHP Sub Pasal 77 B Jo pasal 76 B UU RI NO 35 tahun 2014 perubahan atas UU RI Nomor 23  tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Sebelumnya, keberadaan bayi laki-laki di tampat sampah mendadak menghebohkan warga Jalan Parit Pangeran, Kelurahan Siantan Hulu, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak, Kalbar, Rabu (24/6/2020) dini hari.

Diduga, bayi laki-laki tak berdosa tersebut telah dibuang oleh orangtuanya.

Bayi itu pertamakali ditemukan oleh seorang pria bernama Ajun yang berprofesi sebagai pemulung di wilayah itu.

Sekira pukul 00.00 WIB dini hari, pandangannya mendadak tertuju pada kotak yang berada di dalam tempat sampah.

Betapa kagetnya, ternyata isi dalam kardus tersebut ternyata seorang bayi laki-laki.

Ajun menuturkan penemuan bayi dalam kardus di tempat sampah bermula saat itu ia sedang mencari barang bekas di TPS tersebut.

Ketika ia mencari barang di dalam kontainer sampah, ia menemukan bayi yang terbungkus kain di dalam kotak kardus.

“Saya itu lagi mulung malam-malam, saya liat kardus berisi bayi, bayinya itu di dalam boks (kontainer) ini tempat sampah,” ujar Yusuf.

Diketahui bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki.

Ia mengungkapkan bahwa saat melihat kondisi bayi, tali pusar dari sang bayi masih menempel di tubuhnya.

“Kayaknya baru lahir, tali pusarnya masih belum terpotong,” kata Yusuf.

Kendati dalam keadaan hidup, saat ditemukan, bayi tersebut tidak menangis.

“Dia tidak menangis pas ditemukan, tapi kayaknya agak kritis,” tutur Yusuf.

Seketika Ajun bergegas membawa bayi tersebut ke klinik terdekat untuk mendapatkan pertolongan.

Ajun menceritakan klinik yang ia tuju adalah klinik bidan di Jalan Budi Utomo.

Sesampaikan di klinik langsung diperiksa mengenai kondisi bayi tersebut.

Setelah itu, ia memaparkan langsung melaporkan ke petugas kepolisian atas penemuan bayi tersebut. (*)

Polisi Buru Pelaku Pembuangan Bayi

Kapolsek Pontianak Utara AKP Hery menyampaikan saat itu, Muhammad Yusuf alias Tet Cun, alias Ajun sekira pukul 00.00 WIB.

Saat itu dalam keadaan hujan sedang mencari berbagai barang bekas di tempat pembuangan sampah.

Saat Ajun mencari di dalam kontrainer sampah, ia menemukan bayi yang terbungkus kain sarung bantal di dalam kotak kardus minuman.

“Pada saat bayi itu ditemukan, cuaca sedang hujan,” ujarnya.

Setelah menemukan bayi itu, Ajun lantas membawa ke klinik bidan untuk mengecek kondisi bayi itu.

Lalu ajun kemudian melaporkan penemuan bayi itu ke Petugas Kepolisian.

AKP Herry mengungkapkan bahwa saat ini, bayi tersebut sudah di bawa ke Puskesmas 24 Jam Siantan Hilir untuk menerima perawatan.

“Untuk bayi tersebut dalam keadaan sehat, pada saat ditimbang beratnya 3 kilogram.”

“Sekarang kita titipkan ke Puskesmas 24 Jam Siantan Hilir, untuk dilakukan observasi perawatan dan sebagainya,” ujarnya saat ditemui Tribun, Rabu (24/6/2020).

Dari hasil pemeriksaan, diperkirakan bayi tersebut baru saja dilahirkan dalam hitungan jam.

“Diperkirakan belum 24 jam, karena masih ada bekas darah di tubuh bayi, tali pusarnya masih menempel, dan itu tadi juga disampaikan oleh perawat,” katanya.

Atas pembuangan bayi tersebut, pihaknya akan melakukan penyelidikan terkait pelaku pembuangan bayi malang itu.

Ia menegaskan bahwa akan ada sanksi pidana bagi pelaku.

“Kami akan melakukan penyelidikan terkait siapa yang menelantarkan dan membuang bayi itu di tempat sampah.”

“Ini sangat jelas sekali ada sanksi pidana bagi si pelaku, bersyukur bayi tersebut hidup, kalau sang bayi sudah tidak bernyawa maka ancaman hukumannya akan lebih berat lagi,” tegasnya.

Terhadap si Bayi, Kapolsek menyampaikan akan berkoordinasi dengan dinas sosial terlebih dahulu guna penanganan lebih lanjut.

Tribunnews.com

SIMAK JUGA

Undang Mantan Pacar, Acara Pernikahan Berakhir Memalukan

Kabar Baik! WHO Umumkan Penemuan Obat Terbaru untuk Tangani Covid-19, Malaysia Jadi Negara Pertama untuk Uji Coba