in

Janji Fadli Zon pada Bahar bin Smith Dibocorkan Pengacara

Republika.net – Terungkap, adanya janji dan pesan khusus Fadli Zon untuk Bahar bin Smith.

Ya, janji dan pesan khusus Fadli Zon untuk Bahar bin Smith diutarakan di Perpustakaan Fadli Zon, Jalan Danau Limboto Nomor 96, Bendungan Hilir, Jakarta.

Saat itu, terjadi pertemuan antara Fadli Zon dan tim kuasa hukum HB Assayid Bahar bin Smith atau Habib Bahar bin Smith, di jelang Hari Raya Idul Fitri.Lalu, apa janji Fadli Zon ke Bahar bin Smith? dan apa pesan khusus Fadli Zon untuk Bahar bin Smith tersebut?Hasil dari pertemuan pada hari Rabu (20/5/2020) tersebut diharapkan kuasa hukum Habib Bahar bin Smith bisa membantu proses Asimilasi kliennya yang kini harus menjalani penahanan di Lapas Batu Nusakambangan.

Menurut pengacara Habib Bahar bin Smith, Aziz Yanuar inti pertemuan itu adalah Fadli Zon menjanjikan bakal mendukung dan membantu sesuai kemampuan, wewenang dan lobinya.

“Beliau berjanji mengembalikan asimilasi habib bahar supaya berjalan sebagaimana mestinya lagi,” ujar Aziz saat dikonfirmasi Tribunjabar.id melalui ponselnya, dari Kota Bandung, Minggu (7/6/2020).

Menurut dia, setidaknya minimal bisa mengembalikan kliennya sesuai lokasi awal mulanya menjalani hukuman.

Suasana pemindahan Habib Bahar bin Smith dari tahanan Mapolda Jabar ke Lapas Pondok Rajeg, Kabupaten Bogor, Kamis (08/8/2019). (Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik)

Yakni di Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat.

“Pertemuan kami di kantor pribadi gallery Fadli Zon di Benhil, sebelum idul fitri. Waktunya jam 21.00 WIB sampai selesai,” katanya.

Meski tak merinci detail pembicaran saat pertemuan itu.

Dia bilang politikus Partai Gerindra itu menyampaikan pesan khusus konteks persoalan Bahar yang dinilai mengalami diskriminasi, agar tetap berusaha dengan maksimal untuk menegakkan keadilan.

Pendukung Habib Bahar bin Smith melakukan aksi protes penangkapan kembali Habib Bahar di Lapas Gunung Sindur. (Kompas.com/Afdhalul Ikhsan)

“Beliau menyampaikan dalam hal diskriminasi hukum yang dialami oleh habib bahar. Ini terjadi karena habib bahar konsisten mensuarakan ketidakadilan dan koreksi atas rezim,” ujarnya.

Sementara itu, Bahar dimasukkan lagi ke penjara karena dinilai memberikan ceramah provokatif dan menyebarkan rasa permusuhan dan kebencian kepada pemerintah di pesantrennya. Ceramah itu berlangsung 16 Mei, sehari setelah dia bebas.

Lalu, dinilai melanggar aturan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB karena saat ini dalam kondisi darurat Covid-19 di Indonesia. Dia mengumpulkan massa atau orang banyak saat ceramah.

Maka, asimilasi Bahar pun dicabut dan kembali dibawa ke lapas untuk menjalankan masa pemidanaan atas hukuman tiga tahun penjara, karena menganiaya anak-anak.

Habib Bahar bin Smith bebas dari Lapas memakai baret merah. (istimewa)

Upaya Habib Bahar

Di balik sikapnya yang kooperatif ketika menerima keputusan pemidahan penahanannya dari Lapas Gunung Sindur Bogor ke Lapas Batu, Nusakambangan Cilacap, Habib Bahar bin Smith ternyata tak tinggal diam.

Pemilik Pondok Pesantren Tajul Awawiyyin itu berusaha keras untuk mendapatkan keadilan dengan mengirim utusan kepada tokoh penting yang juga termasuk orang top di DPR RI dan kabinet saat ini.

Penasihat hukum Habib Bahar bin Smith, Aziz Yanuar sebelumnya telah mengatakan, sudah mengirimkan surat-surat pengaduan dan permohonan audiensi kepada Ketua DPR, MPR, hingga Ketua Komisi III DPR.

“Khusus anggota DPR, Pak Fadli Zon, Pak Romo Syafii, Menkopolhukam (Mahfud MD) tapi belum ada respons untuk audiensi hari dan tanggalnya,” katanya.

Kini, berdasarkan laporan wartawan TribunJabar.id, Aziz Yanuar sudah memberikan informasi terkait kelanjutan surat pengaduan dan permohonan audiensi tersebut.

Pihak Bahar bin Smith rupanya telah bertemu dengan anggota DPR RI yang juga politikus Gerindra, Fadli Zon.

Pertemuan itu diwakilkan oleh Aziz Yanuar, sebelum Lebaran atau Idulfitri 1441 H.

Kendati demikian, Aziz tak mau menjelaskan lebih lanjut mengenai apa yang didiskusikan dengan Fadli Zon tersebut.

Aziz mengatakan, hal penting dari pertemuan tersebut adalah mencari keadilan untuk kliennya.

Sementara itu, surat audiensi yang ditujukan kepada Menkopolhukam Mahfud hingga Jumat (5/6/2020) belum mendapatkan respons.

Dikatakan Aziz, usaha menemui kedua tokoh penting tersebut adalah untuk mengembalikan hak Bahar bin Smith memperoleh asimilasi.

Habib Bahar bin Smith dan istrinya, Ummi Fadlun. (Istimewa via TribunBiogor)

“Nanti kami kembali akan menyambangi Nusakambangan dalam waktu dekat ini,” katanya saat dikonfirmasi TribunJabar.id, Jumat (5/6/2020).

Aziz juga mengatakan, apa yang dilakukan kepada Bahar bin Smith mengabadikan prinsip-prinsip dasar demokrasi.

Dia menyebut kliennya itu diperlakukan semaunya dan diskriminatif.

“Terhadap Habib Bahar sangat diskriminatif dan sewenang-wenang, diperlakukan semaunya. Serta mengabaikan prinsip-prinsip dasar demokrasi,” ujar Aziz.

Minta Istri Sabar

Berdasarkan laporan wartawan TribunJabar.id sebelumnya, Aziz Yanuar mengatakan, dari Lapas Batu, Habib Bahar bin Smith memberikan pesan bahwa dirinya dalam keadaan sehat.

Tak hanya itu, Bahar juga mengaku mendapatkan perlakuan baik di sana.

Karena itu, Habib Bahar bin Smith meminta istri, keluarga, santri, dan para pendukungnya agar tak perlu khawatir.

“Untuk keluarga bilang tetap sabar, meski beliau di dalam. Beliau sehat dan baik saja. Bilangnya, jangan khawatirkan beliau,” ujar Aziz saat dikonfirmasi TribunJabar.id melalui sambungan telepon, Jumat (29/5/2020), malam.

Lebih lanjut Aziz menuturkan, agar pendukung Habib Bahar bin Smith tetap sabar dan istiqamah.

Bahar juga menyampaikan rasa terima kasih kepada tim penasihat ukum atas segala yang dikerjakan.

Bahkan, dia meminta maaf telah merasa banyak merepotkan tim penasihat hukum dan pihak lainnya.

“Menyampaikan pesan juga untuk tetap berjuang, menyuarakan kebenaran, keadilan dan taat komando ulama. Tetap sabar dan istiqamah,” katanya.

Sebelumnya, tim penasihat hukum dan salah seorang keluarga memang telah mengunjungi Lapas Batu, Nusakambangan.

Lantaran saat ini tengah berada dalam situasi pandemi, kehadiran para pengunjung di lapas itu juga harus menyesuaikan protokol kesehatan yang ada.

“Kami tiba di Nusakambangan tadi pagi (Kamis 28 Mei, red) jam sepuluh. Suasana di sana cerah sedikit mendung dan sepi. Secara prosedur Covid-19 tidak bisa ada yang masuk,” ujar kuasa hukum Habib Bahar bin Smith, Aziz Yanuar kepada TribunJabar.id via sambungan telepon, Kamis (28/5/2020).

Aziz bersyukur ia dapat diterima secara baik oleh pihak lapas.

Pihaknya telah menyelesaikan semua urusan yang berkaitan dengan kliennya itu pada Kamis sorenya.

“Alhamdulilah, sudah diurus selesai sore ini dari pagi tadi (Kamis, red). Sekarang sudah selesai, kami berterima kasih kepada pihak Lapas Batu Nusakambangan yang sudah menerima kami dengan baik,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, setelah sempat bebas lewat program asimiliasi, Bahar bin Smith kemudian dikembalikan ke Lapas Gunung Sindur.

Namun, Bahar bin Smith setelahnya dipindahkan ke Lapas Batu, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Jabar Abdul Aris telah memberikan keterangan terkait pemindahan Bahar bin Smith ke Lapas Batu itu.

Dikatakannya, pemindahan dilakukan untuk menghindari gangguan keamanan dan ketertiban massa pendukung Habib Bahar bin Smith.

“Ditempatkan sementara waktu di Lapas Kelas 1 Batu Nusakambangan. Pemindahan untuk pembinaan bagi yang bersangkutan,” ujar Abdul Aris saat dikonfirmasi TribunJabar.id melalui ponselnya, Rabu (20/5/2020).

Habib Bahar bin Smith ditempatkan sementara di Lapas Nusakambangan.

Kendati demikian, Abdul Aris mengaku belum mengetahui hingga kapan waktu penempatan sementara itu.

Hal tersebut harus berdasarkan penilaian dari Lapas Kelas 1 Batu, Nusakambangan.

Dalam kesempatan terpisah, Koordinator Lapas se-Nukambangan Erwedi mengatakan, rombongan pemindahan berangkat dari Lapas Gunung Sindur pada Selasa, (19/5/2020) malam.

“Tadi pagi (Rabu, 20 Mei 2020, red) sekitar pukul 06.00 WIB tiba di Dermaga Wijayapura, terus langsung menyebarang ke Lapas Batu dan tiba di Lapas Batu pukul 06.35 WIB,” katanya kepada awak media, Rabu, (20/5/2020), dihimpun TribunJabar.id dari TribunBanyumas.

Erwedi menambahhkan Habib Bahar ditempatkan di Lapas Batu.

Saat ini di lapas itu dihuni 105 napi. Masing-masing satu napi di lapas tersebut menghuni satu sel.

“SOP lapas high risk seperti itu SOP-nya, bentuk bangunannya one man one cell,” imbuhnya.

Menurut Erwedi, proses pemindahan Habib Bahar dari Lapas Gunung Sindur ke Nusakambangan dijaga ketat aparat.

Hal itu sesuai dengan Standar Operasional dari Kepolisian dan dari Lapas Gunung Sindur.

Proses pemindahan ini juga dipantau petugas Direktorat Kamtib Ditjenpas. 

tribunnews.com

SIMAK JUGA

Kaesang Pangarep Dikabarkan Mampu Tangani Corona Jika Maju Jadi Gubernur DKI Jakarta, Simak Faktanya

Jika 500 TKA China tak datang, Luhut Ancam PHK 3.000 Tenaga Kerja Lokal