in ,

Lo Kok? Jumlah Penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Subsidi Gaji Rp 1,2 Juta Dikurangi, Ini Alasannya

Bantuan Langsung Tunai (BLT) Subsidi Gaji Rp 1,2 Juta Dikurangi, Ini Alasannya

Loh kok jumlah penerima bantuan langsung tunai (BLT) subsidi gaji Rp 1,2 juta dikurangi?

Bikers dan para pekerja di Indonesia pasti sudah menunggu nih kapan BLT Subsidi gaji termin 2 akan cair.

Dikabarkan mulai ditransfer awal bulan November 2020, ternyata ada kabar yang sedikit bikin kaget.

Bukan bertambah, jumlah penerima BLT Subsidi gaji Rp 1,2 juta malah dikurangi, ini dia sebabnya bro.

Padahal lumayan banget buat tambahan bayar cicilan motor atau lainnya pakai bantuan yang satu ini.

Faktanya, Bantuan Langsung Tunai (BLT) subsidi gaji termin kedua mulai ditransfer pada Senin (9/11/2020).

Buruan cek saldo ATM karena bantuan pemerintah atau bantuan langsung tunai (BLT) Rp 1,2 juta gelombang dua mulai ditransfer ke 12,7 juta penerima.Buruan cek saldo ATM karena bantuan pemerintah atau bantuan langsung tunai (BLT) Rp 1,2 juta gelombang dua mulai ditransfer ke 12,7 juta penerima. (Istimewa)
Penerima bantuan pemerintah ini justru berkurang ketimbang periode sebelumnya.

Selain itu, perlu diketahui, pencairan BLT subsidi gaji gelombang 2 tak dilakukan serentak.

Akhirnya Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menjelaskan alasannya.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah sebelumnya mengatakan, penerima bantuan subsidi gaji yang termasuk golongan wajib pajak (WP) dipastikan tidak akan menerima BLT tersebut.

“Nah kalau upahnya di atas itu dan wajib pajak berarti mereka tidak berhak menerima,” ujar Ida pada Jumat (6/11/2020) lalu.

Ida juga menjelaskan bahwa penyaluran subsidi gaji termin II ini berbeda.

Sebab, data penerima BLT subsidi gaji kali ini dievaluasi oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan.Ilustrasi. Penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) subsidi gaji Rp 1,2 juta berkurang, ini alasannya.Ilustrasi. Penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) subsidi gaji Rp 1,2 juta berkurang, ini alasannya. (Kompas.com)

Evaluasi data yang dilakukan oleh DJP telah mendapat rekomendasi atau persetujuan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Kementerian Ketenagakerjaan.

“Harus atas rekomendasi dari KPK, kami harus memadankan data penerima program ini dengan wajib pajak,” kata Ida.

“Karena di peraturan menteri itu mereka yang dilaporkan upahnya di bawah Rp 5 juta,” lanjutnya.

Ida menyebutkan, BLT subsidi gaji termin II sebesar Rp 1,2 juta, telah disalurkan kepada 2,1 juta lebih pekerja melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).

“Kita pastikan termin II subsidi BSU sudah cair hari ini. Siang tadi saya dapat laporan bahwa data penerima BSU tahap 1 sebanyak 2.180.382 orang sudah diproses ke KPPN,” ujar dia.

“Selanjutnya, dari KPPN akan ditransfer ke Bank Penyalur dan disalurkan ke masing-masing rekening penerima,” tutur Ida.

“Baik rekening Himbara maupun nonHimbara sama dengan mekanisme termin pertama,” sambungnya.

Kemenaker terus berupaya mempercepat proses penyaluran BLT subsidi gaji bagi para pekerja atau buruh di termin kedua ini.

“Kami upayakan dalam satu minggu bisa diproses dua tahap (batch) langsung sehingga dapat segera diterima teman-teman pekerja atau buruh untuk membantu daya beli dan konsumsi masyarakat,” ujar dia. (motorplus)

SIMAK JUGA

Nilai Rapor Sekolah Betrand Peto Bikin Ruben Onsu dan Sarwendah Bereaksi Begini

SELAMAT Bapak/ Ibu Pengguna Rekening Bank BRI, BNI, BTN dan Mandiri Subsidi Gaji BPJS Gelombang 2 Cair Segera, Berikut Cek Tanggalnya