in

Nilai Rapor Sekolah Betrand Peto Bikin Ruben Onsu dan Sarwendah Bereaksi Begini

Penyanyi Betrand Peto mengambil rapor sekolahnya. Dia ditemani sang ayah, ppresenter Ruben Onsu.

Suami Sarwendah itu pun mendatangi kelas Betrand Peto untuk bertemu wali kelas dan melihat nilai-nilainya.

Kala itu, Ruben Onsu emperlihatkan rapor tersebut pada istrinya, Sarwendah.

Momen ini tampak dalam tayangan di kanal YouTube The Onsu Family, Rabu (11/11/2020).

Ruben mendatangi SMP tempat Betrand Peto bersekolah.

Keduanya memenuhi jadwal giliran untuk mengambil rapor tengah semester yang dibagikan pada hari itu.

Ruben lalu bertemu wali kelas yang menerangkan nilai-nilai sang anak.

Menurut wali kelas tersebut, nilai sang anak tidak ada yang di bawah standar sekolah.

Ia pun menyebutkan nilai-nilai Betrand Peto tergolong cukup bagus.

Setelah selesai, Ruben pun bergegas pulang untuk melaporkan hasilnya pada Sarwendah.

“Ini udah selesai, ambil buku baru, dan terus ada beberapa tugas yang memang harus diselesaikan,” terang Ruben.

“Mungkin istilah kalau waktu jaman dulu tuh rapor bayangan ya, ini kan rapor tengah semester.”

“Nanti pas rapor yang lulus atau enggaknya itu di bulan Desember.”

“Mudah-mudahan hasilnya bagus ya,” imbuhnya.

Sarwendah dikenal lebih ketat dalam urusan sekolah.

Ia selalu memeriksa dan menjaga agar Betrand Peto mendapat nilai yang baik di sekolah.

Untuk itu, Ruben pun berencana memperlihatkan rapor tersebut pada sang istri.

“Jadi ini bukunya udah diambil, nanti baru kita kasih tahu bunda hasilnya,” kata Ruben.

“Nanti I kan ada PR Mandarin, nanti urusannya sama ayah aja ya,” kata Betrand Peto.

“Mana I bisa,” tukas Ruben.

“Mandarin sama bunda ya? Kemarin I Mandarin sama bunda toh,” ujar Betrand Peto.

Betrand Peto lama tak bersekolah karena pandemi Covid-19.

Ia pun mengaku rindu dan sudah ingin kembali bersekolah menemui teman-temannya.

“Ini sekolah you, you enggak kangen?,” singgung Ruben.

“Iya, kangen banget, biasanya I kalau makan siang, makannya di mobil,” beber Betrand Peto.

“Itu kelas I,” imbuhnya sembari menunjuk tingkat atas bangunan sekolah.

“Bentar lagi SMA loh,” ledek Ruben.

Keduanya kemudian masuk ke dalam mobil untuk pulang dan menemui Sarwendah.

“Oke, ini tadi ada beberapa kegiatan terus ini ngasih tahu bundanya,” terang Ruben.

Disamping Ruben, terlihat Sarwendah tengah memeriksa rapor putranya tersebut satu persatu.

Ia tampak teliti melihat nilai Betrand Peto lembar demi lembar.

Setelah menilai, Sarwedah tampak puas dan menyetujui nilai Betrand Peto.

“Oke,” ujar Sarwendah sembari menganggukan kepalanya.

Reaksi Sarwendah saat Memeriksa Rapor Kenaikan Kelas Betrand Peto

Sebelumnya, Sarwendah juga seolah menjadi juri yang menilai rapor Betrand Peto.

Melalui tayangan di kanal YouTube MOP Channel, Jumat (26/6/2020), Sarwendah tampak menjadi wali yang mewakili anaknya mengambil rapor kenaikan kelas tersebut.

Betrand menuturkan, secara umum hasil yang diraihnya cukup lumayan.

Namun, Sarwendah menyampaikan anaknya masih lemah di Bahasa Indonesia.

Meski begitu, model tiga anak itu memaklumi lantaran Betrand masih terus menyesuaikan diri dengan Bahasa Indonesia.

Sebab, sebelumnya Betrand terbiasa menggunakan bahasa daerah saat sekolah di NTT.

“Lumayan lah ya bun,” kata Betrand.

“Ya misalkan dibandingn dengan cerita Onyo dulu di sekolah gimana, kan perbedaannya ada, apa lagi perbedaan bahasa, pada saat dia di Cancar Onyo kan pakai bahasa Manggarai,” ucap Sarwendah.

“Iya ada juga bahasa Indonesianya tapi enggak terlalu sering, lebih banyaknya pakai bahasa daerah kita.”

“Nah di sini dia tiba-tiba harus belajar Bahasa Indonesia, itu ka udah perubahan yang lumayan, ya dari nilai sih oke lah Nyo, harus ditingkatkan lagi,” tambahnya.

Meski nilai bahasa Indonesia Betrand belum cukup baik, Sarwendah menyebut anaknya cukup unggul di beberapa bidang.

Di antaranya kesenian, prakarya dan olah raga yang nilanya tidak diragukan lagi.

“Seni budaya, olah raga, prakarya Onyo tidak diragukan lah, A semua,” tutur Sarwendah.

Lebih lanjut, nilai bahasa Mandarin kakak Thalia dan Thania Putri Onsu itu juga tidak terlalu buruk.

Sarwendah tampak cukup puas karena merasa usahanya untuk mengajari Betrand secara langsung tidak sia-sia.

“Bahasa Mandarin lumayan lah Nyo, 81 sayang. Jadi bunda ngajarinnya enggak sia-sia,” tutur Sarwendah.

Soal bahasa Indonesia, Sarwendah tak menampaik kalau anaknya masih belum begitu baik.

Sebab, untuk komunikasi sehari-hari menggunakan bahasa Indonesia saja masih banyak istilah yang belum dipahami Betrand.

“Walaupun ada beberapa yang harus ditingkatkan, khususnya Bahasa Indonesia, karena sampai sekarang kalau Onyo ngobrol aja masih banyak nanya. Tapi enggak apa-apa, Onyo semangat,” tutur Sarwendah.

“Pesan wali kelasnya hanya tingkatkan belajarnya Onyo, yang pasti lebih giat lagi,” imbuhnya.

Betrand sendiri menuturkan, dirinya saat ini mulai intens juga belajar Bahasa Inggris secara privat.

Remaja 15 tahun itu tampak bersemangat untuk terus belajar agar selanjutnya ia mendapat nilai yang lebih baik.

“Jadi lesnya juga udah mulai Bahasa Inggris terus udah mulai diperketat ya,” ucap Betrand.

“Terus di rumah harus belajar lebih lebih giat lagi, untuk mendapatkan nilai A, masih ada C-nya,” tandasnya. (tribunnews)

SIMAK JUGA

https://republika.ikhtisar.net/blt-subsidi-gaji-rp-600-sudah-ditransfer-ke-rekening-masing-masing-periode-november-desember-buruan-bro-cek-saldo-atm/

Sambil Rebahan! Lewat HP Cek Namamu Apakah Termasuk Penerima Rp 2,4 Juta Bantuan Pemerintah yang Ditransfer ke Rekening untuk 15,7 Juta Warga

Bantuan Langsung Tunai (BLT) Subsidi Gaji Rp 1,2 Juta Dikurangi, Ini Alasannya

Lo Kok? Jumlah Penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Subsidi Gaji Rp 1,2 Juta Dikurangi, Ini Alasannya