in

Sekolah Negeri dan Swasta Jateng Miliki Murid di Bawah 60 akan Ditutup, Ini Kata Disdikbud

Pemprov Jateng siapkan regulasi penutupan sekolah yang memiliki murid di bawah 60 orang.

Terdapat dua kebijakan yang akan diterapkan dalam penutupan sekolah SMA negeri maupun swasta tersebut.

Adapun kebijakan dalam penutupan sekolah yang sudah digulirkan Pemprov Jateng berupa top down dan bottom up.

Menurut Syamsudin, Kabid Pembina SMA Disdikbud Provinsi Jateng, top down berarti dinas langsung melakukan koordinasi dengan pihak sekolah yang memiliki murid kurang dari 60 siswa.

“Jadi Pemprov Jateng lewat Disdikbud langsung melakukan koordinasi dengan pimpinan sekolah tersebut sebelum sekolah ditutup,” paparnya, Minggu (12/7/2020).

Dilanjutkannya, kebijakan lainya yaitu bottom up, di mana Disdikbud memberikan wewenang sekolah melakukan koodinasi secara intern terkait penutupan.

“Masal sekolah swasta berarti yayasan yang diberi wewenang melakukan koordinasi dengan jajarannya secara intern,” jelasnya.

Meski demikian, menurut Syamsudin, kebijakan yang dijalankan Pemprov bersifat fleksibel.

“Kemungkinan besar lebih menekannya ke bottom up karena sifat kebijakan tersebut lebih fleksibel dan mudah diterapkan,” ucapnya.

Selain regulasi penutupan sekolah, Syamsudin juga menerangkan terkait sekolah tanpa sekat.

“Sekolah tanpa sekat menjadi pembahasan di tingkat Pemprov.

Jika regulasinya sudah diputuskan, sekolah alam dan sekolah terminal akan menjadi embrio sekolah tanpa sekat.

Tujuannya untuk memberikan hak kepada pelajar memperoleh ilmu di mana pun tempatnya,” tambahnya.

Tribunnews.com

SIMAK JUGA

SELAMAT! SD SMP SMA di 104 Kabupaten Ini Boleh Belajar Tatap Muka Senin 13 Juli 2020 Besok, Cek List

Perhatikan, Kasus positif Covid-19 naik, ini tiga pesan utama dari Presiden Jokowi